Salam dari kami

Foto saya
Yogyakarta, Indonesia
Assalamualaykum, Terimakasih sudah mengunjungi blog kami. Silahkan berbagi dan bersama memajukan masyarakat Indonesia yang madani dari bidang peternakan. Salam sukses!

Jumat, 24 Juni 2011

Budidaya ternak kambing

PENDAHULUAN
Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha
sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik
daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional
telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi
semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50 - 150
gram per hari. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak
kambing, yaitu: bibit, makanan, dan tata laksana.



BIBIT
Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging,
atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk
produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat,
tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.
   Ciri untuk calon induk:
1. Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh
   besar, tapi tidak terlalu gemuk.
2. Jinak dan sorot matanya ramah.
3. Kaki lurus dan tumit tinggi.
4. Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas
   dan bawah rata.
5. Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.
6. Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.
   Ciri untuk calon pejantan :
1. Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi,
   dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu
   kawin) tinggi.
2. Kaki lurus dan kuat.
3. Dari keturunan kembar.
4. Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.

MAKANAN
Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan
yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna,
tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada
dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan
(berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).
Cara pemberiannya :
Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dari berat badan
kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari, dan garam
berjodium secukupnya.Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah
dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam
bentuk bubur sebanyak 0,5 - 1 kg/ekor/hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar